Jumat, 27 April 2012
sesak nafas
aku seperti tercekik dan tak bisa bernafas. rasanya persediaan oksigenku dirampas begitu saja. aku tidak bisa bergerak kemanapun aku merasa sangat tertekan dan dan ingin keluar dari belenggu yang tak tampak ini.
setiap hari aku seperti menunggu bom jatuh di hadapanku dan memporak-porandakan setiap kepingan kenyamanan yang aku susun sedemikian rupa. tiba-tiba aku di todong untuk menerima seseorang yang sama sekali belum aku kenal. sedari awal aku telah memiliki firasat yang tidak begitu menyenangkan dan aku mencoba untuk bertahan. aku berpikir mungkin aku akan mengubah perwasaan tak menyenangkan ini ketika bertatapmuka langsung dengan orang itu, tapi bukannya aku bisa menjadi tenang aku malah semakin tertekan. apa lagi ayahku seperti sudah langsung menyetujui orang itu tanpa meminta pendapatku. mungkin juga orang itu juga tidak cocok denganku kan? memangnya bisa aku langsung memutuskan iya atau tidak ketika baru pertama kali bertemu? tapi aku takut jika aku mengatakan kehawatiranku ini pada ayah akan menambah beben pikiran ayah. aku bingung harus berbuat apa. apakah aku harus menelan perasaanku ini bulat-bulat atau aku malah membuat ayahku semakin berbebani pikirannya karna aku?
ya Allah berikanlah petunjukmu bagaimana menyelesaikan masalahku ini. ya Allah berikanlah aku petunjuk siapa jodoh terbaikuntukku tanpa menyakiti siapapun. ya Allah aku mohon berikanlah ketenangan dihatiku ini ya Allah. Amin..Amin..Amin.. yarobbalalamin...........
Langganan:
Komentar (Atom)